November 22, 2010

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh..

Atas nama Allah yang maha mengetahui sengaja aku tuliskan sepucuk surat ini untukmu yang merindukanku…

Aku tahu kamu menangis saat mendengar aku akan pergi meninggalkanmu dan teman-teman yang lain. Maaf, aku melihat matamu berkaca saat mendengar langsung ucapanku bahwa aku akan pergi. Dan aku tahu kamu mencoba untuk menahannya karna kamu tak mau aku melihatnnya. Saat aku meninggalkanmu kau pun memejamkan matamu maka sebutir demi sebutir air matamu mengalir membasahi kedua pipimu. Dengan penuh harap kamu bertanya ‘apa ini sudah keputusan bulatmu untuk pergi??’ aku hanya mengangguk memastikan padamu bahwa aku akan pergi..


Ya Ukhtie, setiap orang memiliki pilihan dan ini pilihanku.. jangan menangisi aku karena aku bukan siapa-siapa kamu. Simpan airmatamu untuk kau alirkan di sepertiganya malam saat berkhalwat dengan-Nya.

Aku mengenalimu di jalan Da’wa dan aku takut niat tulusku akan berubah saat mendengar kata-kata kekaguman dari dirimu padaku. Untuk semangatku, keberanianku serta bakatku. Dan satu hal lagi.. Aku melihat satu hal yang bebeda saat kau menatapku. Berbeda dengan ukhtie yang lain saat menatapku.
Aku takut ada sesuatu yang lain dibalik sms tausiah yang sering kau berikan padaku..
Ya ukhtie ya… Rayuan syetan amatlah lembut. Bahkan lebih lembut dari sutra yang pernah kau genggam.

Kamu selalu memujiku namun apakah kamu tak takut dari pujianmu bisa menimbulkan kesombongan pada diriku?? Apa yang kamu kagumi dari diriku… Suaraku saat melantunkan ayat-ayat Allah kah??

Ya Ukhtie… Lelaki yang baik bukanlah lelaki yang merdu suaranya saat melantunkan ayat-ayat Allah namun lelaki yang memahami makna dari apa yang ia lantunkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari..

Keyakinanku semakin menguat saat membaca sebuah sms darimu yakni:

“Wahai matahariku, hadirmu menerangiku dan orang-orang yang ada di sekitarku.
Kau menghangatkanku, menguatkanku, menyemangatiku…
Aku ingin menjadi bidadari untukmu di Syurga kelak”

Dari situ aku yakin bahwa kau menyimpan rasa untukku.

Ya ukhtie ya, sudah tahukah kamu tentang aku yang sesungguhnya?? Aku takut kamu mencintaiku hanya karena lebihku dan kau pun akan kecewa saat tahu akan kurangku. Aku takut cintamu padaku berdasarkan nurani bukan karna Illahi.

Kamu pernah bertanya padaku “apakah salah jika ada seorang wanita menyukai seorang lelaki”

Memang tidaklah salah ya Ukhtie, itu hal yang manusiawi. Namun akan menjadi salah bila ketika rasa itu salah kau letakkan. Ketika shalat yang kamu bayangkan adalah wajah orang yang kamu cintai. Ketika melakukan sesuatu yang kamu harapkan adalah pujian dari orang yang kamu cintai. Bahkan sebelum tidur pun yang kamu bayangkan adalah wajah orang yang kamu cintai. Maka… Pahamilah, itulah rayuan syetan.

Jika memang Allah takdirkan kamu untukku maka sejauh mana kapal itu berlabu pasti akan datang jua. Namun jika tidak, maka yakinlah bahwa janji Allah lebih baik dari yang kamu duga. Jagalah dirimu agar menjadi wanita sholeha yang baik karna Allah hanya menyiapkan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. Yang berhak melihat seutuhnya dirimu tanpa adanya hijab lagi.

Ketahuilah bahwa dia yang aku inginkan untuk menemaniku di penghujung mudaku yaitu yang mencintaiku tak melebihi cintanya pada Allah, mengikhlaskanku berjihat di jalan Allah. Bermesra denganku tak melebihi mesranya Ia ketika di sepertiganya malam bersama Allah. Yang kokoh imannya, teguh pendiriannya dan mampu menjadi guru untuk anak-anakku kelak agar tumbuh menjadi anak-anak yang taat pada Allah dan berbakti pada kedua orangtuanya.

Wahai ukhtie perindu syurga..
Cobaan yang aku alami sekarang ini yang meresahkanmu adalah teguran dari sang Khalik untukku dan aku tak meminta untuk di kurangi cobaan itu tp diberi punggung yang kokoh agar aku mampu menopangnya.

Engkau sangat baik padaku namun aku tak dapat mencintaimu melebihi cintaku pada saudara-saudaraku yang lain karena belum saatnya untuk kulebihkan porsi cintaku padamu. Yang ada di hatiku sekarang dan kulebihkan cintaku adalah Allah dan Rosulnya kemudian Kedua Orangtuaku, kakak-kakak perempuanku yang sangat aku sayangi dan kakak laki-lakiku (keluargaku).

Sebenarnya berat tuk aku pergi, Berat tuk aku tinggalkan jalan da’wa yang telah kita bina bersama teman-teman yang lain. Namun Ukhtie.. aku harus pergi untuk masa depanku, untuk keluargaku, dan untuk orang-orang yang ada disekitarku.

Afwan… Aku pergi…

Sampaikan salamku untuk teman-teman yang lain bahwa aku mencintai mereka..
Teruslah berjuang jangan pernah menyerah. Allah menjanjikan syurga untuk hamba-hambanya yang berperang di jalannya.
Allahu Akbar..!!!

Wahai Ukhtie yang mencintai Allah
Tetaplah tersenyum dan menjadi bintang yang kokoh di langit meski di terjang meteor.
Teruskan perjuangan meski badai terus menerpa…

Selamat jalan ya Ukhtie..

Dari Orang yang Kau rindukan bertemu dengannya di Syurga..

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi Wabarakatuh..

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita".

"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti....". Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"


Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.

Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.

Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan".


Ketika cinta mulai melanda pada jiwa seseorang terkadang mereka lupa akan hakekat dari cinta yang sesungguhnya. Mereka lupa akan fitroh dari cinta itu sendiri. Bahwasannya keutamaan cinta hanyalah milik Allah dan kasih sayanglah milik sesama. Betapa manisnya cinta sehingga banyak manusia yang larut di dalamnya.

Dengan cinta seorang wanita mampu membeli mahligai sang raja. Dengan cinta seorang wanita mampu menjadikan lelaki budaknya yang setia mengantar jemputnya serta memenuhi segala hasratnya. Bahkan ustadz sekaliber apapun akan terlena di dalamnya. Cinta masuk melalui jalan da'wah lalu dengan halus Virus merah jambu itu masuk ke dalam hati ustadz untuk memberikan tausyiah pada para akhwat dengan niat yang tak lurus lagi. Lalu sang Jamaah wanita pun meminta nomor hp ustadz untuk di tausyiah di malam hari di saat banyak orang terlelap. Ustadz yang muda dan tampan pun akan tergugah hatinya. Begitu hebatnya cinta sehingga banyak orang yang tergugah dengannya.


Allah sengaja menciptakan Cinta sebagai ujian seberapa besar cinta kita padanya. mampukah kita mencintainya lebih dari segala apa yang ada di sekeliling kita??

Ya Allah... Aku berlindung pada-Mu dari segala tipu muslihat dunia yang akan membuatku celaka. Jagalah pandanganku ini jika sembarang melihat. Tanganku ini jika sembarang menyentuh...

Namun ya Allah... tak dapat aku pungkiri bahwa aku pun mengalami hal yang sama. aku pun merindukan seseorang untuk menemaniku di batas waktu. Aku pun memiliki rasa itu.. Rasa yang Engkau ciptakan untuk membawa kedamaian di muka bumi ini. namun rasa ini bukan sekedar rasa biasa. dari seorang akhie pada uktie..

Ya Allah... Aku Jatuh Cinta.
Namun cinta yang aku harapkan adalah yang berdasarkan ridhomu..
Meskipun mata telah kutundukkan, tangan telah ku jaga dan lidah telah berkata tidak..  namun ketika datangnya cinta aku lemah tak berdaya..
Ya Allah tolonglah aku yang lemah ini. lindungilah aku dari cinta yang menjauhkan aku dengan-Mu.

Walillahi.. sesungguhnya aku sangat mencintai-Mu dan rindu bertemu Rosul pilihan-Mu.

Ana Uhibbuka fillah Lillah...

Oleh : Imints Fasta

November 18, 2010

(Sebuah Kisah Tentang Pengorbanan Cinta Seorang Istri Sholehah)

Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu...

Wanita itu bernama Rukaiyah... wajahnya tidak begitu cantik namun basuhan air wudhu yang selalu membasahi membuat dia tampak bersahaja. Ditambah kelembutan akhlaknya yang dipelajarinya dari kisah-kisah para Radiallahu'anha membuat perilakunya lembut tetapi tidak lemah. Alqur'an dan Hadits telah menjadi pedoman mutlak baginya semenjak Ia duduk di bangku SMA dan sering mengikuti kajian-kajian tentang Islam.

Meskipun dia tidak bersekolah di sekolah yang bernotabenkan Islam namun pendiriannya terhadap agama yang di anutnya begitu kuat sehingga tidak terpengaruh dengan gaya hidup teman-temannya yang sebaya dengannya. Dia tidak berpacaran bahkan membayangkan untuk berpacaran pun tidak pernah sehingga banyak teman-teman di sekitarnya yang berkata 



"Wajah sudah jauh dari cantik, kalau pacar aja gak punya mana mungkin akan punya suami" namun dia tidak menghiraukan hal itu karena dia tidak meragu akan janji Allah bahwa wanita baik-baik akan mendapatkan laki-laki yang baik-baik dan wanita yang buruk akan mendapatkan lelaki yang buruk pula. Untuk itulah dia selalu berusaha menjadi wanita yang baik yang senantiasa membalutkan aturan islam dalam dirinya agar suatu ketika janji Allah itu datang padanya.

Ketika duduk di bangku kuliah dia aktif di Lembaga Da'wah Kampus (LDK) turut berpartisipasi dalam menyumbangkan tenaga dan pikiran demi menguatkan peradaban Islam di tengah kezoliman ini.

Kini usianya sudah mendekati kepala tiga namun jodoh tak datang jua. Dia telah berusaha dan menyerahkan semuanya pada Allah namun mungkin belum terkabulkan do'anya. Dia tetap sabar meskipun tetangga dan teman-temannya selalu menertawainya. 


Bahkan kata salah seorang ibu yang minim pengetahuan agamanya. "Ini adalah akibat dari tidak membuka diri pada lelaki (Maksudnya berpacaran)" bahkan ada yang berkata wajahnya jelek tapi sok mahal. ia dapat memaklumi segala apa yang dikatakan orang-orang itu sebab dia tahu sekarang sunnah telah menjadi asing di mata mereka.

Namun apa hendak dikata, kesabarannya membuahkan hasil yang indah. Dipenghujung usianya itu datang seorang lelaki tampan dan juga sholeh. Lelaki itu bernama Dikky. Pemuda tampan dengan wajah yang berseri kerna selalu terbasuhkan Wudhu dan sangat menyayangi wanita. Dia adalah teman Rukaiyah ketika di LDK dahulu. Dialah pemuda yang dijanjikan Allah pada Rukaiyah karena telah yakin akan janji-Nya.

Pemuda itu menyayanginya dengan penuh ketulusan. Dia tidak pernah mau melihat airmata di pipi Rukaiyah karena dia tidak ingin melihat istrinya bersedih. Dan selalu berusaha untuk membahagiakannya. Sebagai suami dia sangat bertanggungjawab terhadap segala kebutuhan istrinya tersebut (keluarganya).

Sebagai Istri, Rukaiyah pun tahu akan kewajibannya. Dia melayani segala kebutuhan suami dengan sepenuh hati tanpa ada kata-kata resah dalam setiap lelahnya. Semua itu dilakukanolehnya semata karena cintanya pada Allah dan ketaatannya pada suami.

Rumahtangga kecil yang baru dibina mereka itu merupakan jawaban Allah dari apa yang selama ini dikeluhkan mereka disetiap penghujung malam disaat orang-orang terlelap. Dan kini mereka berdua pun dipertemukan dalam ikatan cinta yang suci meskipun ketika di LDK dahulu mereka tidak saling memiliki rasa dan tak terbayangkan bahwa akan dipertemukan Allah dalam jalinan cinta suci ini. Mereka pun saling menerima kekurangan masing-masing.
Ketika sang suami sedang berada dalam keterpurukan dia tetap setia menemani dan menjadi penyemangat sang suami. Dia tetap sabar menerima segala bentuk kekurangan suaminya. Dia tidak pernah berharap sesuatu yang lebih dari suami karena dia sadar akan keterbatasan suaminya. Hal inilah yang membuat keluarga mereka sangat bahagia.

Namun kebahagiaan itu pun masih di uji.. Belum cukup setahun setelah pernikahan sang suami harus meninggalkannya karena akan diberangkatkan ke Palestina selama beberapa bulan oleh Organisasinya yang merupakan salah satu Gerakan Kemanusiaan bergerak di bidang kesehatan dan sosial untuk menolong saudara-saudaranya yang terzolimi haknya dan membutuhkan bantuan disana.

Rukaiyah sudah merasakan kesedihan yang teramat sangat saat mendengar suaminya akan berangkat ke negara yang terjajah itu. Entah kenapa airmatanya terus mengalir semenjak saat itu namun diasering menyembunyikannya dari sang suami. Sampai pada suatu ketika sehari sebelum hari diamana Dikky suaminya akan berangkat. Suaminya mendapatinya sedang mengupas bawang di pagi hari saat hendak menyiapkan sarapan Nasi Goreng kesukaan sang suami yang dikala itu diketahuinya sedang shalat dhuha.

"Kenapa kamu menangis ya zaujatie.." Tanya sang suami seusai shalat Dhuha dan menemui istrinya di dapur.

Rukaiyah tidak dapat memungkiri bahwa sesungguhnya dia takut suaminya takkan kembali lagi ketika pergi nanti. Sang suami yang begitu menyayanginya dan tidak tega melihat airmata dipipi sang istri itu pun mengusap airmatanya lalu menegarkannya.

"Jalan da'wah telah memanggilku ya Zaujatie.. sungguh, sulit untuk aku meninggalkanmu namun sulit pula untuk aku tinggalkan saudara kita yang membutuhkan tenaga kita disana. Jika engkau tidak mengijinkan, aku tidak akan pergi ya Zaujatie..."

Sang istri pun menundukkan wajahnya dengan airmata yang terus mengalir ia berkata:
"Jika itu adalah bukti dari cintamu pada Allah lebih besar daripada cintamu padaku, Aku Ridho kepergianmu. Tapi entah mengapa aku hanya terus merasa sedih"

"Ya Zaujatie ya.. Jika Allah mengijinkan aku akan kembali namun jika tidak, aku kan menunggumu di Jannah-Nya nanti."

Suaminya lalu memeluknya seraya berkata "Walillahi.. Ana Uhibbuki Filla ya Zaujatie.."

Besoknya ketika sang suami hendak berangkat di hantarkannya hingga ke beranda rumah. Doa serta senyuman penyemangat tak lupa ia berikan pada sang suami. Dia mencium tangan sang suami lalu suaminya pun membalas dengan sebuah kecupan tulus di keningnya..

"Aku titipkan Alqur'an sebagai teman bagimu untuk engkau bacakan di saat engkau sedang dalam kesepian. Dan Allah akan menjadi pelindung bagimu disaat engkau sedang dalam ketakutan." 

Ucap sang suami seraya berlalu meninggalkannya.. Ikhlaskan aku pergi...Assalamu'alaykum....

Dia pun menjawab salam sang suami lalu menatapnya hingga jauh. Sang suamipun membalikkan badan lalu menatap istrinya yang masih berada diberanda itu. Rukaiyah pun tersenyum mengangguk memastikan pada sang suami bahwa dia benar-benar ridho sehingga tak ada lagi keraguan dihati suami untuk pergi ke medan juang.

Ketika pergi suaminya tak lupa meninggalkan uang yang Insya Allah lebih dari cukup hingga dia kembali nanti.

Hampir setiap malam Rukaiyah senantiasa menangis mengeluh pada Allah mendoa'kan suaminya yang berada nan jauh disana. Dia mampu menjaga kehormatandan harta suaminya.
Selang beberapa hari setelah suaminya pergi ia merasa selalu mual. Lalu ia pun memeriksa ke dokter dan ternyata dia posstive tengah Hamil. Berita gembira itu pun segera di kabarkan pada suaminya yang sangat di cintainya itu melalui telekomunikasi.

Sungguh Dikky sangat bahagia mendengar berita itu. Apalagi saat istrinya berkata 
"Mas, aku sedang mengandung anak Mas."

"Aku sebentar lagi akan menjadi papa Rid.." Kata Dikky pada Ridho sahabatnya yang sama-sama berada di Palestina.

Ridho pun turut memberikan senyum bahagia saat melihat pancaran kebahagiaan dari wajah sahabatnya itu. "Aku bentar lagi jadi Bapak, lalu antum kapan ya akhie??" Tanya Dikky bercanda.

"Ana pasrah pada Allah Sajalah.. Untuk apa memetik kurma yang masih melekat di tangkai, tho kalau matang juga bakalan jatuh sendiri kok."Cakap Ridho.

"Iya, Pasrah sih pasrah.. tapi harus kudu usaha juga boy.. Tawakkal pada Allah itu bukan berarti tanpa usaha lho.. Harus usaha tapi dengan batasan yang shar'i.

"Okhay ya Zamilie.. sepulang dari sini nanti bakal ana usahain ngelamar semua akhwat." Canda Ridho.

Hari itu adalah hari yang paling bahagia bagi Dikky karena menjadi ayah adalah impiannya selama ini. Namun pada hari itu juga Ia dipanggil oleh sang Khalik ketika sebuah tembakan meleset ke dadanya saat hendak menolong salah seorang warga sipil yang terjebak di sebuah bangunan.


Darah pun mengalir di sekujur tubuhnya... dia masih bisa berbicara sedikit saat di bawa ke Pos Pertolongan Pertama Gawat Darurat. Air mata Ridho tak sanggup menahan saat melihat apa yang terjadi pada sahabatnya. Baru saja tadi mereka tersenyum bersama dan sekarang sahabatnya tersebut seperti ini.

Ridho lalu memegang kedua tangannya lalu Dikky menyampaikan sesuatu padanya sebelum Ia menghembuskan nafas terakhirnya.

"Tolong jikalau antum pulang nanti, sampaikanlah salamku pada istriku bahwa aku mencintainya. Besarkanlah anakku dengan Islam. Biarkan Alqur'an dan Hadits mengalir menyatu dalam jiwanya agar dia takut pada Allah dan menjalankan sunnah Rosulnya. Katakan padanya kita akan bertemu di syurga nanti."

Ridho menggangguk dengan penuh airmata. Dia tak kuasa menahan keharuan itu.
"Asyhadualla Ilaaha Illallah Wa Asyhaduanna Muhammadarrosulullah..." 
Berpulanglah Ia dengan tersenyum..

Segala sesuatu yang ada di bumi ini akan kembali pada Allah...

Hari itu bayangan wajah sang suami terus menghampiri Rukaiyah.. Ia tak tahu kenapa dia merasakan rindu yang teramat sangat setelah menyampaikan berita gembira pada sang suami tadi. Lalu kabar tentang kematian suaminya pun di kabarkan oleh Ridho sahabat suaminya.
Ia menangis mengikhlaskan kepergian suaminya itu. Mencoba untuk tetap tegar karna semua telah digariskan-Nya. Dia akan tetap sabar menghadapi semua ini dan benar-benar meridhoi keputusan Allah yang menimpanya tersebut. Dia yakin semua akan ada hikmahnya. Ini juga sebuah bukti bahwa cintanya pada Allah lebih besar daripada cintanya terhadap apapun meskipun sesekali sering ada rasa rindu pada suaminya. Lelaki sholeh yang dicintainya semata karena Allah.

Sungguh sulit jika ada wanita yang bisa seperti Rukaiyah.. 
Yang mencintai suaminya semata karena Allah. 
Dan kini telah menjadi Syuhada yang syahid di jalan Allah.

"Semoga kita mampu mengambil pelajaran dari kisah yang sedikit ini."

Seindah apapun kisah yang ana tuliskan lebih indah lagi kisa para shahabat wa Shahabyyah..


November 14, 2010

Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.

Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:

Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.



Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Sepertisabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.

Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)
Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
Hamka



Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
Hamka
Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.
Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.
Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.
Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.
Ali bin Abi Thalib

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.
A’idh Al-Qorni

Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya untuk menambah koleksi ini dan memberikan manfaat kepada pembacanya.

November 13, 2010

Ada apa ya? Ada apa dengan ‘mereka’? kenapa ‘mereka’?
Status di fb beberapa hari belakangan ini kok gimanaaaaa gitu ya?
Semua kebanyakan membicarakan tentang perasaan yang galau, gundah, gelisah..
Dilema cinta.. apakah memang sedang musim dilema cinta?

Gak perlu jauh-jauh. Aku sendiri mengalaminya kok.
Aku juga gak tahu. Sadar atau tidak aku memang menaruh hati ke kakak seniorku di kampus.


Hihihi.. geli sendiri rasanya hati ini J
Entah sejak kapan.. aku suka.
Ya.. aku suka dia. Tapi aku masih belum bisa mendefinisikan rasa suka ini. Suka yang bagaimana? Suka sebagai apa?

Namanya ***** **********
Haha.. maaf terpaksa aku sensor namanya.
Lantas kenapa ya aku bisa suka? Nggak tahu juga..

Mengenal dia..
Melihat dia..

Subhanallah sekali rasanya :D
Dia berbeda banget sama cowok-cowok lainnya di kampus. Bukan berarti dia MAHO ya!!!
Dia.. dirinya.. kepribadiannya..

Aku suka :D
Tidak banyak bicara, berwibawa, sholeh, pintar, dan punya aura tenang  yang bisa menyejukkan hati siapa yang melihatnya.

Subhanallah..
Ya Allah.. sungguh indah nian ciptaan-Mu yg satu ini :)

October 13, 2010

SHOCK !!! Yap.. mungkin itu salah satu dari milyaran (kebanyakan deh) kata yang bisa mengungkapkan perasaan aku.

AKU PIKIR INI MIMPI! Sayangnya ini bukan mimpi.. AKU SANGAT BERHARAP INI MIMPI! Tapi toh tetap aja ini bukan mimpi.

Ini sesuatu yang gak pernah aku sangka sebelumnya.

Seseorang yang gak mengerti akan nilai moral, etika dan tata karma telah dengan SENGAJA memBAJAK akun facebook, gmail, ymail, dan hotmail – ku.


Yang lebih menyakitkan hati adalah pada saat ‘makhluk biadab’ itu malakukan tindak kejahatannya, aku juga sedang asyik-asyiknya nge-chat sama abangku. :(

Kuingin marah.. melampiaskan
Tapi ku hanyalah sendiri disini
(BCL)

Aku bingung..
Depresi..
Frustasi..

Yang membuat aku sangat geram kenapa akun email juga dibajak???
Blog yang sudah aku build dengan sepenuh hati pun ikut dibajak.
Tapi.. terpuruk lama-lama itu tidak baik (kata orang sih :P)
Makanya malam itu juga, aku langsung membuat akun baru.

Gmail..

Yahoo..

Hotmail..

Facebook..

dan yang terakhir.. Blogger

dan ini lah blog gue yg baru :)

August 23, 2010

Hari kedua..

4 sesi pertama kami ( IF 1A) belajar tentang SIMPOL, LEARNING, ama DIGILIB @605

Ohya, juga dijelasin tentang InVideo nya politeknik.. semacam YouTube gitu tapi ini punya PolBat sendiri (waw.. keyeenn)

Insturkturnya ada Bang Niko ama Bang Himam, dipimpin ama Pak Tri

Haha.. pak Tri lucu deh orangnya, santai gitu baik lagi

Bang Niko manis sih orangnya, tapi suka senyum-senyum gak jelas gitu

Kalo Bang Himam ramah banget, trus chubi-chubi gimana gitu

Tapi mereka berdua pinter loh

4 sesi kedua lami belajar Email ama Internet @simtik

Dipimpin bu Fida (wali kami juga), tapi aku lupa deh siapa instruktunya

Haha.. gak asik sih makanya langsung lupa


Hari pertama..

Yah, cukup membosankan sih

Semua MaBa dikumpulin di aula A lt 2, mulai dari anak AK, anak IF, sampe anak EL ngumpul disitu

Duduk sih emang, tapi 4 jam duduk kan tetep aja capek gan

Yg bikin semangat pas ada bule (named Ben Casnocha) yg ngisi materi tentang entrepreneur

Rekan-rekan MaBa yg pada ngantuk langsung MELOTOT semua ngeliat bule
(ahaha.. aku juga ikutan sih)

Wow.. si bule ternyata masih 22 tahun !!! dan udah sukses.. haha (nambah lagi alas an aku buat jadi his wife)




Dan si nenek (Esti Rizki) jelas banget tergila-gila sama itu bule

Abis istirahat sekitar 1 jam, masuk lagi (masih diruangan yg tadi juga)

Sekarang ngomongin tentang PERATURAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN
..dan kali ini lebih membosankan

Tampilan presentasinya kurang menarik, trus bapak-bapak yg ngejelasin jg gak berusaha buat menarik perhatian MaBa


Alamat banyak yg bobok d tempat deh

Kalo aku malah maen tebak-tebakan nama artis sama temen-temenku.. ahaha (ikh, kyak anak SD aja ya)

Abis acara berlete-lete itu (sebut saja begitu, haha) slesai, baru deh masuk ke kelasnya sesuai prodi masing-masing. Udah ada KPS (ketua program studi) dan dosen-dosen yg nunggu di dalamnya.

Disitu dijelasin.. apa ya??

Banyak lah pokoknya. Mulai dari visi misi prodi, prestasi prodi, pengenalan dosen, denah ruangan lantai 6 sama 7, sampe maku apa aja yg bakal kami konsumsi 1 smester k depan



Popular Posts

Recent Posts

Hay

Text Widget

Blogger Energy


Kancut Keblenger


Jamban Blogger


Warung Blogger