January 11, 2011

Ikhwahfillah..
Kadang manusia tidak memahami bentuk KASIH SAYANG Allah, DIBUKAnya pintu  RIZKI dan KESENANGAN dari Allah.. Dianggap PEMULIAAN dirinya dan KASIH SAYANG dari Allah. Sebaliknya PEMBATASAN RIZKI dan UJIAN dari Allah..Dianggap PENGHINAAN dirinya dan KEBENCIAN dari Allah.

”Adapun manusia apabila Tuhannya mengUJInya lalu diMULIAkan-Nya dan diberi-Nya keSENANGan, maka dia berkata: "Tuhanku telah meMULIAkanku".
”Adapun bila Tuhannya mengUJInya lalu memBATASi RIZKInya maka dia berkata: "Tuhanku mengHINAkanku".(QS Al-Fajr: 15-16)

Orang yang memahami DUNIA adalah arena UJIAN, mereka akan menyikapi KEBAIKAN dan KEBURUKAN adalah UJIAN Allah. Mereka tidak menganggap KEBAIKAN dari Allah sebagai PEMULIAAN. Dan Mereka tidak menganggap KEBURUKAN dari Allah sebagai PENGHINAAN, mereka memahami apa yang dibutuhkan di DUNIA sebagai KEBAIKAN.. Dan mereka memahami apa yang dibutuhkannya di DUNIA sebagai KEBURUKAN.

Bagaimanakah cara Allah menCINTAi dan menSAYANGi hamba-Nya ?
Imam Ja’far al-Shadiq as berkata,


”Jika Allah menCINTAi seorang hamba, Allah ilhamkan kepadanya ketaatan, Allah biasakan ia dengan qana’ah (menerima apa yang ada), Allah karuniakan baginya pemahaman agama, Allah menguatkannya dengan keyakinan, Allah cukupkan baginya dengan sifat al-kafaf (merasa cukup dengan rezeki yang memadai) , Allah memakaikannya dengan sifat al-‘afaf.

Sebaliknya jika Allah memBENCI seorang hamba maka Allah jadikan dia menCINTAi  HARTA dan Allah MUDAHkan baginya untuk memPEROLEHnya, Allah iILHAMkan kepadanya DUNIAnya, Allah serahkan dia pada HAWA NAFSUnya, maka ia mengendarai al-‘inaad (keras kepala), ia mudah berbuat fasad (kerusakan), dan menzhalimi hamba-hamba (Tuhan)” (Bihar al-Anwar 103 : 26.)

1.      Allah mengILHAMkan kepadanya keTAATan dan selalu meberinya PETUNJUK.
Sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada jiwa semua manusia ketaatan dan maksiat, namun beruntunglah orang yang mengambil ilham ketaatan dan merugilah orang yang mengambil ilham kemaksiatan.

“Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya.” (QS Al-Syams [91] : 8-9)

Dan Allah mencintai orang yang terilhami oleh ketaatan dan ketakwaan, lalu ia bersegera menyucikan jiwanya dengan melakukan ketaatan dan ketakwaan sehingga Allah akan selalu memberinya petunjuk dengan NUR (cahaya) dan FURQAN (pembeda).

”Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), berTAKWAlah kepada Allah dan berIMANlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan RAHMAT (KASIH SAYANG)-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu NUR (cahaya) yang dengan NUR (cahaya) itu kamu berjalan dengannya dan Dia mengAMPUNi kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Al Hadid :28)

”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaTAKWA kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu FURQAAN (pembeda) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS Al Anfal :29)

2.      Allah membiasakan kepadanya sifat QANA’AH (ridlo menerima pemberian Allah subhanahu wata’ala apa adanya)
Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” (QS.Yunus:107)

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. az-Zukhruf:32)

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS.Al an’am 165)

Seseorang mengeluh kepada Imam Ja'far al-Shadiq as tentang ketamakannya yang kian hari bertambah. Imam as menasihatinya, ”Jika engkau merasa beruntung dengan memiliki apa yang mencukupimu, maka engkau akan merasa cukup dengan kebutuhan terkecil dunia ini. Sebaliknya jika engkau tidak merasa puas dengan memiliki kebutuhan-kebutuhan minimum dunia ini, maka seluruh kesenangan duniawi takkan bakal mencukupimu.”   

3.      Allah memberikannya AL-HIKMAH (kefahaman yang mendalam  (FAQIH) dalam ilmu agama)
” Allah menganugrahkan al HIKMAH (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al HIKMAH itu, ia benar-benar telah dianugrahi KARUNIA yang BANYAK. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)." (QS Al Baqarah :269)

"Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka dijadikannya FAQIH (kefahaman  yang mendalam)  terhadap ilmu  agama" (HR.Bukhari-Muslim)

4.      Allah akan memberikan SAKINAH dan meneguhkan keIMANanya. 
” Dia-lah yang telah menurunkan keTENANGan (SAKINAH) ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keIMANan mereka berTAMBAH di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana...” (QS Al-Fah :4)

5.      Allah memberikan UJIAN dan COBAAN.
“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujian padanya.”  (HR. Bukhari)

Rasulullah saww bersabda : Jika Allah mencintai seorang hamba maka Allah berikan cobaan baginya. Dan jika Allah mencintainya dengan kecintaan yang sangat maka Allah akan mengujinya.” Para sahabat Nabi bertanya : ”Apakah ujiannya?” Rasulullah saww menjawab : Tidak sedikit pun Allah tinggalkan baginya harta dan anak.” (Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 81 : 188 ;Kanz al-‘Ummal hadits ke : 30793)

Imam Muhammad al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan UJIAN dan COBAAN kepada seorang mukmin sebagaimana seorang suami menjanjikan kepada isterinya dengan HADIAH yang diRAHASIAkan (disembunyikan)-nya.” (Bihar al-Anwar 15 : 56.)

Atau dalam hadits lainnya, Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, ”Sesungguhnyaapabila Allah menCINTAi seorang hamba niscaya Dia tenggelamkan hamba tersebut ke dalam COBAAN.” (Bihar al-Anwar 15 : 55)

Suatu hari, Rasulullah shalallahu wa sallam diundang ke rumah salah seorang muslim. Sewaktu beliau tiba di rumahnya, beliau melihat seekor ayam sedang bertelur di sebuah sarang di samping rumah. Beliau melihat telor ayam tersebut tidak jatuh, dan kalaupun jatuh ternyata tidak pecah. Betapa takjubnya Rasullah saww melihat kejadian tersebut. Karena itu, pemilik rumah tersebut bertanya kepada beliau, “Engkau heran melihatnya, ya Rasullah? Demi Allah yang telah memilih Anda sebagai Nabi, sesungguhnya saya selama ini tidak pernah sakit

Rasulullah segera meninggalkan rumah tersebut, seraya berkata, Barangsiapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah.” (Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 15 : 1 : 53)

6.      Allah akan menjaganya dari apa yang diharamkan-Nya
Dari Abu Hurairah Ra: Bersabda Rasulullah Saw,” Sesungguhnya Allah CEMBURU, dan cemburu Allah adalah menCEGAH seseorang mengerjakan apa yang diHARAMkan-Nya" (HR.Bukhari-Muslim)

7.     Allah memberikannya sifat  al-‘Afaf ( sifat menjaga kehormatan diri dari perbuatan-perbuatan hina)
 Diriwayatkan oleh Imam Ja’far al-Shadiq as bahwa Imam Ali as berkata, ”Seutama-utama ibadah adalah al-‘afaf” (Al-Kulayni, Al-Kafi 2 : 79)

Dan sabda Rasulullah saww, ”Sesungguhnya Allah mencintai seorang yang pemalu, yang menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan yang hina (al-hayya al-muta’affif)”( Bihar al-Anwar 71 : 270)

8.     Allah memasukkannya kedalam Kaum PILIHAN.
”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan menDATANGkan suatu kaum yang Allah menCINTAi mereka dan merekapun menCINTAi-Nya, yang bersikap LEMAH LEMBUT terhadap orang MU’MIN, bersikap TEGAS terhadap orang-orang KAFIR, berJIHAD di jalan Allah, dan TIDAK TAKUT kepada CELAan orang yang suka mencela. Itulah KARUNIA Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah:54)

9.    Allah akan memberikannya KHUSNUL KHOTIMAH
"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS Al Fajr: 27-30)

Bagaimana Ikhwahfillah.. ?
Apakah kita menjadi hamba Allah yang diSAYANG atau diBENCI ?
Semuanya terserah PILIHAN kita...
Firman Allah :
"Dan katakanlah: "KeBENARan itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang INGIN (berIMAN) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang INGIN  (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (QS Al Kahfi : 29)

Wallahu’alam bi showab

Ikhwahfillah..
Dalam Al Quran  surat Ar Rahman (Yang Maha Pengasih)
ALLAH ’Azza wa Jalla mengulang-ulangi satu pertanyaan penting yang ditujukan untuk bangsa MANUSIA & JIN sampai 31 kali. Setiap kali Allah mengulangi pertanyaan yang sama, di sela-sela pertanyaan itu ALLAH menyebutkan ragam nikmat-Nya.

Ikhwahfillah..
Coba renungkan sejenak. Tinggalkan -untuk sesaat- rutinitas bisnismu. Tinggalkan obsesi-obsesimu. Sejenak saja...
Untuk bersama menyambut dan menjawab pertanyaan ini. Pertanyaan yang diulang-ulang oleh ALLAH..
Dzat yang telah memberimu nafas, Dzat yang telah memberimu jantung, Dzat yang telah memberimu mata, tangan, kaki, dan beraneka nikmat lainnya.
Dzat yang telah memberi tempat tinggal yang asri. Lengkap dengan  isteri, suami & anak-anak. Dzat yang  menghidupkan juga mematikanmu.
Kapan dan dimana serta bagaimanapun. Karena sesungguhnya Dia-lah yang menggenggam jiwamu. Dan karena Dia-lah yang melepaskannya.


Ketika ALLAH bertanya kepadamu:
(Maka ni`mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)
Bagaimanakah kamu menjawabannya ???

Jabir bin Abdillah radliyallahu ’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam ketika membacakan surat Ar Rahman ini kepada para sahabatnya, beliau bersabda : Mengapa kalian terdiam saja? Sesungguhnya bangsa JIN lebih baik jawabannya ketika aku membaca Fabi ayyi aalaai rabbikumaa tukadzdzibaan Mereka (bangsa jin) menjawab, ”Duhai Tuhan kami, tidak ada satu nikmatpun yang kami dustai, segala puji hanya bagi-Mu semata.” (Lihat: Al Mustadrak ’Ala ash-shahihain 2/515. Hadits ini menurut Imam Adz Dzahabi shahih sesuai syarat Imam Bukhari dan Muslim)

Ikhwahfillah..
Kalau saat ini engkau tengah membuka mushaf Al Quran. Bukalah ...surat Ar Rahman...lalu bacalah...renungkan...
Akan terasa bagimu sentuhan lembut kalam ilahi, begitu teduh menyapa nuranimu. Karena pertanyaan yang berulang-ulang itu, bertujuan untuk menggugah rasa TAKUTmu. Dan salah satu bentuk ancaman bagi para durjana Yang coba-coba berani mengingkari nikmat-nikmat-Nya.

Qois bin ’Ashim Al-Munqariy pernah meminta kepada Rasulullah  shalallaahu ’alaihi wa sallam, seraya berkata, ”Bacakanlah apa yang telah diwahyuka kepadamu!” Lalu Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam membacakan surat Ar Rahman.  Qois bin ’Ashim Al-Munqariy meminta untuk diulangi. Rasulullah  shalallaahu ’alaihi wa sallam  pun mengulangi sampai tiga kali. Akhirnya Qois bin ’Ashim Al-Munqariy menyatakan keislamannya; ”Demi ALLAH, betapa indah dan manisnya, di bawahnya meengalir air yang berlimpah, sedang di permukaannya buah-buahan yang ranum...Apakah gerangan yang diucapkan orang ini (maksudnya Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam)? Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali ALLAH, dan sesungguhnya Engkau (Muhammad) adalah utusan ALLAH.” (Lihat: Tafsir Al Munir, Az Zuhail : 27/200)

Ikhwahfillah..
Dalam surat Ar Rahman  ini ALLAH bertanya kepada masing-masing diri, tentang bagaimana kita bersikap di hadapan nikmat-Nya yang begitu banyak.

Nikmat TERBESAR yang diberikan ALLAH untuk hidup dan kehidupan, untuk manusia dan kemanusiaan adalah nikmat WAHYU (Al Quran).

Nikmat wahyulah yang mampu menjelaskan manusia dan jin garis-garis besar aturan kehidupan. Dengan wahyu perbedaan antara al-Haq dan al-Bathil
dapat teridentifikasi dengan jelas. Wahyu pula-lah yang menuturkan kepada kita
mana yang halal dan yang haram.

Ikhwahfillah..
Berawal dari INDERA kita dapat mengidentifikasi segala hal. Apa yang tidak dapat diketahui oleh indera akan dijelaskan oleh AKAL. Dan apa yang tidak terjangkau oleh akal akan dituntun oleh WAHYU.

Wahyulah tempat bermuaranya segala jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang musykil. Dengan wahyu, segala pertanyaan akan terjawab. Yakinlah!

Ikhwahfillah..
Seberapa telah kita syukuri nikmat wahyu ini? Ibnu Qayim rahimahullah menjelaskan bahwa SYUKUR memiliki tiga rukun :
1.      Mengakui nikmat tersebut secara bathin.
2.      Menceritakannya secara zhahir
3.      Menggunakannya  dalam rangka taat kepada ALLAH
(Tazkiyatun Nufus, Ibnu Qayim)

Kalau kita ingin mengetahui kadar SYUKUR kita kepada nikmat WAHYU (Al Quran) ini, maka lihatlah bagaimana kwalitas dan kwantitas interaksi kita kepada Al Quran dan penjelasnya (As Sunnah). Apakah kita sudah memanfaatkan secara maksimal anugerah Allah yang paling bermanfaat di dunia ini. Baik ’Ilman wa ’amalan.. baik sebagai  disiplin ILMU atau sebagai AMALAN yang teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari.

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamubersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamumengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim : 7)

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat ALLAH) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan ALLAH), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat ALLAH). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS Al-A'raf : 179)

Nas’alullaha al-’Afiah
Wallahu a’lam bi showab

(Abu Hilya Salsabila)

MATA adalah panglima HATI. Hampir semua perasaan & perilaku awalnya dipicu oleh pandangan MATA. Bila dibiarkan MATA memandang yang dibenci dan dilarang.. maka pemiliknya berada ditepi jurang bahaya. Meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh kedalam jurang.
(Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin)

Beliau memberi wasiat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Beliau juga mengutip sebuah syair:
“Semua peristiwa besar awalnya adalah MATA.
Lihatlah api besar yang awalnya berasal dari percikan api.”

Hampir sama dengan bunyi syair tersebut, sebagian salafushalih mengatakan:
“Banyak makanan haram yang bisa menghalangi orang melakukan shalat tahajjud dimalam hari. Banyak pula pandangan kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca kitabullah.”


Ikhwahfillah ..
Semoga ALLAH memberikan naungan barakah-Nya kepada kita semua. Fitnah & ujian tak pernah berhenti. Sangat mungkin, kita kerap mendengar bahkan mengkaji masalah MATA. Tapi belum tentu kita termasuk dalam kelompok orang yang bisa memelihara MATAnya. Padahal, seperti diungkapkan oleh Imam Ghazali tadi, orang yang keliru menggunakan pandangan, berarti ia terancam bahaya besar karena MATA adalah pintu paling luas yang bisa memberi banyak pengaruh pada HATI.

Menurut Imam Ibnul Qayyim:
MATA adalah penuntun, sementara HATI adalah pendorong dan pengikut. Yang pertama, MATA memiliki kenikmatan  pandangan. Sedang yang kedua, HATI memiliki kenikmatan pencapaian. Dalam dunia nafsu keduanya adalah sekutu yang mesra. Jika terpuruk dalam kesulitan, maka masing-masing akan saling mencela dan mencerai.” 

Ikhwahfillah ..
Simak juga dialog imajiner yang beliau tulis dalam kitab Raudhatul Muhibbin,
Ketika HATI berkata kepada MATA:
"Kaulah yang telah menyeretku pada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan karena aku mengikutimu beberapa saat saja. Kau lemparkan kerlingan MATAmu ke taman dan kebun yang tak sehat. Kau salahi firman ALLAH, "Hendaklah mereka menahan pandangannya" (QS An Nur: 30/31). Kau salahi sabda Rasulullah saw,"MEMANDANG wanita adalah PANAH BERACUN dari berbagai macam panah IBLIS. Barangsiapa meninggalkannya karena TAKUT pada Allah, maka Allah akan memberi balasan IMAN padanya,yang akan didapati keLEZATan dalam HATInya." (HR.Ahmad)

Tapi kemudian MATA berkata kepada HATI:
"Kau zalimi aku sejak awal hingga akhir. Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin. Padahal aku hanyalah utusanmu yang selalu taat dan mengikuti jalan yang engkau tunjukkan.”

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula. Dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah HATI"  (HR.Bukhari dan Muslim).

HATI adalah raja.. dan seluruh tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya baik maka baik pula pasukannya. Jika rajanya buruk, buruk pula pasukannya. Wahai HATI, jika engkau dianugerahi pandangan, tentu engkau tahu bahwa rusaknya pengikutmu adalah karena kerusakan dirimu, dan kebaikan mereka adalah kebaikanmu. Sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta pada ALLAH, tidak suka dzikir kepada-Nya, tidak menyukai firman, asma dan sifat-sifat-Nya.

ALLAH berfirman, "Sesungguhnya bukan MATA itu yang buta, tetapi yang buta adalah HATI yang ada di dalam dada". (QS.AI-Hajj:46)

Ikhwahfillah ..
Banyak sekali kenikmatann yang menjadi buah memelihara MATA. Coba perhatikan tingkat-tingkat manfaat yang diuraikan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Jawabul Kafi Liman Saala Anid Dawa’i Syafi.

Memelihara pandangan MATA.. menjamin keBAHAGIAan seorang hamba di dunia dan akhirat.
Memelihara pandangan MATA.. memberi nuansa keDEKATan seorang hamba kepada ALLAH.
Menahan pandangan MATA.. juga bisa mengKUATkan HATI dan membuat seseorang lebih merasa BAHAGIA.
Menahan pandangan MATA.. juga akan mengHALANGi pintu masuk SYAITHAN ke dalam HATI.
Mengosongkan HATI untuk berpikir pada sesuatu yang bermanfaat.. maka ALLAH akan meliputinya dengan CAHAYA.
Itu sebabnya, setelah firman-Nya tentang perintah untuk mengendalikan pandangan MATA dari yang haram, ALLAH segera menyambungnya dengan ayat tentang "NUR", cahaya.

Ikhwahfillah ..
Perilaku MATA & HATI adalah sikap tersembunyi  yang sulit diketahui oleh orang lain, kedipan MATA apalagi kecenderungan HATI, merupakan rahasia diri yang tak diketahui oleh siapapun, kecuali ALLAH SWT.

"Dia (ALLAH) mengetahui (pandangan) MATA yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh HATI " (QS. Al-mukmin:l9).

Itu artinya, memelihara pandangan MATA  akan menuntun suasana HATI,sangat tergantung dengan tingkat keIMANan dan kesadaran penuh akan pengetahuan ALLAH. Pemeliharaan MATA & HATI, adalah identik dengan tingkat keIMANan seseorang.

Ikhwahfillah ..
Dalam sebuah hadits dikisahkan,
Pada hari kiamat ada sekelompok orang yang membawa hasanat (kebaikan) yang sangat banyak . Bahkan Rasul menyebutnya, kebaikan itu bak sebuah gunung. Tapi ternyata, ALLAH SWT tak memandang apa-apa terhadap prestasi kebaikan itu. ALLAH menjadikan kebaikan itu tak berbobot, seperti debu yang berterbangan. Tak ada artinya. Rasul mengatakan, bahwa kondisi seperi itu adalah karena mereka adalah kelompok manusia yang melakukan kebaikan ketika berada bersama manusia yang lain. Tapi tatkala dalam keadaan sendiri dan tak ada manusia lain yang melihatnya, ia melanggar larangan-larangan ALLAH(HR. Ibnu Majah)

Kesendirian..
Kesepian..
Kala tak ada orang yang melihat perbuatan salah, adalah ujian yang akan membuktikan kualitas iman. Di sinilah peran mengendalikan MATA dan kecondongan HATI  termasuk dalam situasi kesendirian, karena ia menjadi bagian dari suasana yang tak diketahui oleh orang lain.

"Hendaklah Engkau menyembah ALLAH seolah-olah engkau melihat-Nya.
Jika Engkau tidak melihat-Nya yakinilah bahwa Dia melihatmu".

Begitutulah IHSAN menurut Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam.

Wallahu’alam..



Popular Posts

Recent Posts

Hay

Text Widget

Blogger Energy


Kancut Keblenger


Jamban Blogger


Warung Blogger