- Premis 1:Jodoh sudah ditentukan Tuhan.
- Premis 2:Laki-laki yang baik akan menikah dengan perempuan yang baik.
- Ergo:Elo jadi laki-laki jangan brengsek karena kalau lo brengsek ada perempuan di luar sana yang udah ditulis jadi jodoh lo harus ikut-ikutan jadi brengsek.
May 22, 2013
May 1, 2013
Apakah cinta kita kelak seperti
balonku ada lima?
Maka jangankan “balonku tinggal
empat”, satu balon tersisa atau
tidak ada sama sekali pun
Tetap kupegang erat-erat?
balonku ada lima?
Maka jangankan “balonku tinggal
empat”, satu balon tersisa atau
tidak ada sama sekali pun
Tetap kupegang erat-erat?
Apakah cinta kita kelak seperti naik-
naik ke puncak gunung?
Maka jangankan “kiri-kanan kulihat
saja, banyak pohon cemara”,
Bahkan kiri-kanan kulihat saja,
banyak jurang terjal, kita tetap
mendaki hingga tinggi-tinggi sekali?
naik ke puncak gunung?
Maka jangankan “kiri-kanan kulihat
saja, banyak pohon cemara”,
Bahkan kiri-kanan kulihat saja,
banyak jurang terjal, kita tetap
mendaki hingga tinggi-tinggi sekali?
Apakah cinta kita kelak seperti lihat
kebunku penuh dengan bunga?
Pun tidak ada “mawar melati,
semuanya indah”
Hanya ada semak berduri, semuanya
tetap indah? Dan “setiap hari
kusiram semua”
kebunku penuh dengan bunga?
Pun tidak ada “mawar melati,
semuanya indah”
Hanya ada semak berduri, semuanya
tetap indah? Dan “setiap hari
kusiram semua”
Apakah cinta kita kelak seperti
nenek moyangku orang pelaut?
Yang sungguhlah kita akan selalu
“menerjang ombak tiada takut,
menempuh badai sudah biasa”
nenek moyangku orang pelaut?
Yang sungguhlah kita akan selalu
“menerjang ombak tiada takut,
menempuh badai sudah biasa”
Aduhai, ternyata cinta bisa
diilustrasikan seperti lagu kanak-
kanak.
Maka, sungguh, sebagai penutupnya,
kawan
Kita simpan yang terbaik.
diilustrasikan seperti lagu kanak-
kanak.
Maka, sungguh, sebagai penutupnya,
kawan
Kita simpan yang terbaik.
Apakah cinta kita kelak seperti
“burung kakak tua hinggap di
jendela?”
Meski pasangan kita sudah ‘giginya
tinggal dua’, kita akan selalu tetap
cinta?
Alamak..
“burung kakak tua hinggap di
jendela?”
Meski pasangan kita sudah ‘giginya
tinggal dua’, kita akan selalu tetap
cinta?
Alamak..
Subscribe to:
Comments (Atom)





