May 1, 2013

Apakah cinta kita kelak seperti
balonku ada lima?
Maka jangankan “balonku tinggal
empat”, satu balon tersisa atau
tidak ada sama sekali pun
Tetap kupegang erat-erat?
Apakah cinta kita kelak seperti naik-
naik ke puncak gunung?
Maka jangankan “kiri-kanan kulihat
saja, banyak pohon cemara”,
Bahkan kiri-kanan kulihat saja,
banyak jurang terjal, kita tetap
mendaki hingga tinggi-tinggi sekali?
Apakah cinta kita kelak seperti lihat
kebunku penuh dengan bunga?
Pun tidak ada “mawar melati,
semuanya indah”
Hanya ada semak berduri, semuanya
tetap indah? Dan “setiap hari
kusiram semua”
Apakah cinta kita kelak seperti
nenek moyangku orang pelaut?
Yang sungguhlah kita akan selalu
“menerjang ombak tiada takut,
menempuh badai sudah biasa”
Aduhai, ternyata cinta bisa
diilustrasikan seperti lagu kanak-
kanak.
Maka, sungguh, sebagai penutupnya,
kawan
Kita simpan yang terbaik.
Apakah cinta kita kelak seperti
“burung kakak tua hinggap di
jendela?”
Meski pasangan kita sudah ‘giginya
tinggal dua’, kita akan selalu tetap
cinta?

Alamak..

Popular Posts

Recent Posts

Hay

Text Widget

Blogger Energy


Kancut Keblenger


Jamban Blogger


Warung Blogger